Inovasi Pembeku Getah Karet Ekonomis dan Bagus 2022, Getah Tidak Berbau

Inovasi Pembeku Getah Karet Ekonomis dan Bagus karena Getah Tidak Berbau
Inovasi Pembeku Getah Karet Ekonomis dan Bagus karena Getah Tidak Berbau

Masalah umum pada proses pembekuan getah karet yang terjadi disekitar perkebunan rakyat, diantaranya adalah timbulnya sebuah aroma yang tidak sedap. hal ini bisa saja mengarah kepada penggunaan jenis pembeku getah karet alami, yang bagus dalam hal ekonomis dari sudut kacamata para petani karet.

Padahal penggunaan asam semut atau asap asam (asap cair) untuk pembeku karet sebagai pengganti cuka sudah sangat dianjurkan, terlebih untuk hasil karet dalam bentuk bokar (bahan olah karet rakyat). Kualitas yang baik dalam mencukupi pasar ekspor karet dunia, menjadi prioritas utama dalam memperbaiki perekonomian petani karet.

Getah atau lateks merupakan istilah yang umum dikenal banyak orang dan lebih merujuk kepada cairan yang agak kental yang dapat mengeras dalam waktu tertentu. Sepertihalnya cairan yang keluar dari organ tumbuhan maupun hewan (getah alami) atau residu dari sistem mesin. Selain dikenal dengan nama getah, istilah dalam pertanian untuk menyebutkan cairan yang agak kental dan dapat menggumpal ini sering disebut juga lateks.

BACA JUGA : 4 Pembeku Getah Karet yang Bagus

Table of Contents

Sama-sama getah yang dapat membeku/mengeras, lantas kenapa dibedakan karet dan resin?

Resin adalah getah yang dapat digunakan sebagai bahan pernis, atau perekat yang dikeluarkan oleh berbagai jenis tumbuhan hutan seperti Pinales (tumbuhan berunjung), Dipterocarpaceae (tumbuhan pantropis) dan Burseraceae (tumbuhan sapindales). Sedangkan karet yang merupakan getah dan dapat ditemukan dalam tumbuhan berongga, karet sendiri banyak dihasilkan dari tumbuhan dari anggota bangsa Malpighiales (misalnya suku Apocynaceae dan Euphorbiaceae).

Tanaman karet berasal dari Mana

Tanaman karet pertama kali hanya tumbuh di Amerika Selatan. Tanaman ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara setelah percobaan berkali-kali yang dilakukan oleh Henry Wickham. Tanaman karet memiliki nama latin yang bernama Hevea brasiliensis, yang merupakan tumbuhan dari anggota bangsa Euphorbiaceae.

Kandungan Getah/Lateks dari tanaman karet

Tanaman karet yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat indonesia ini memiliki banyak kandungan yang beragam. Seperti bahan karet mentah (crude rubber) lateks 25-40% dan 60-75% serum yang terdiri dari air dan zat yang terlarut. Sedangkan bahan karet mentah mengandung 90-95% karet murni, 2-3% protein, 1-2% asam lemak, 0.2% gula, 0.5% jenis garam dari Na, K, Mg, Cn, Cu,Mn dan Fe.

Koagulasi atau pembekuan getah karet Secara Alami

Sifat menggumpal atau membeku secara alami pada getah karet merupakan dari aktivitas mikroorganisme, selain itu juga proses penggumpalan bisa dari hasil hidrolisis lipid didalam getah (lateks).

Pembekuan akibat aktivitas mikroorganisme

Penggumpalan akibat aktivitas mikroorganisme ini diantaranya karena adanya bahan bukan karet yang terdapat didalam lateks terurai dan menimbulkan zat asam. Karena seperti yang telah disebutkan bahwa didalam karet terdapat zat-zat lain, seperti air, protein, gula, dan larutan-larutan garam.

Pembekuan karena reaksi kimia

Penggumpalan karena adanya reaksi kimia yang di hasilkan dari hidrolisis lipid (lemak) didalam karet ini mengarah kepada reaksi lipid dengan larutan garam yang bereaksi, dan bila kita tahu bahwa reaksi lipid sendiri dibagi menjadi 3 jenis reaksi. Diantaranya Reaksi pembentukan-hidrolisis, Reaksi saponifikasi (penyabunan), dan Reaksi hidrogenasi.

Secara kimia prosess reaksi hidrolisis lipid (lemak) yang ada didalam lateks ini berasal dari asam lemak yang bereaksi dengan ion magnesium dan kalsium dalam lateks kemudian membentuk sabun yang tidak larut.

Sehingga baik pembekuan alami baik karena akibat aktivitas mikroorganisme maupun karena reaksi kimia, semuanya terjadi karena pH yang rendah atau asam. Sehingga bila ingin getah atau lateks tidak menggumpal, Zat yang digunakan sebagai bahan pengawet atau disebut dengan zat antikoagulan harus memiliki pH yang tinggi atau bersifat basa. Dengan Ion OH- di dalam zat antikoagulan inilah akan menetralkan ion H+ pada lateks.

Hal inilah kenapa penggunaan asam semut atau asap asam (asap cair) lebih ditekankan untuk digunakan sebagai pembeku karet, Selain pH yang rendah juga memiliki sifat asam yang dapat mempercepat pembekuan getah karet.

Inovasi Pembeku getah karet ekonomis dan getahnya tidak berbau

Pembeku getah karet ekonomis

Apabila kita melihat dari proses pembeku getah karet secara alami yang telah disebutkan, Koagulasi yang terjadi karena reaksi kimia dalam lateks membentuk sabun yang tidak larut bisa kita inovasikan dengan sesuatu yang baru. yakni dengan penggunaan sabun.

Sabun yang baik untuk kulit sendiri lebih direkomendasikan memiliki pH di bawah 7, karena kulit sendiri mempunyai pH sekitar 3 sampai 4. Bila pakai sabun yang memiliki pH tinggi bisa mengikis kelembapan alami kulit. dengan kata lain, sabun dapat dipergunakan sebagai alternatif pembeku getah karet ekonomis. Sabun mudah ditemukan dan umumnya telah di tambah pewangi, antibacterial agent, dan surfaktan (surfactant) untuk mengemulsikan kandungan didalam lateks.

Inovasi Pembeku getah karet tidak berbau

Sabun merupakan campuran minyak atau lemak dengan alkali seperti natrium atau kalium hidroksida dengan proses saponifikasi. dimana umumnya sabun padat terbuat dari NaOH (Natrium hidroksida) contohnya sabun cuci, Sedangkan sabun cair adalah sabun yang terbentuk dari KOH (potassium hidroksida).

Bahan dasar yang dipergunakan dalam pembuatan sabun, umumnya terbuat dari NaOH, dan KOH. Kedua bahan dasar ini merupakan larutan yang memiliki tingkat basa yang tinggi. Sehingga tidak semua sabun dapat dipergunakan untuk pembeku karet, selain memiliki sifat asam, memiliki tambahan seperti antibacterial agent dan surfaktan (surfactant) menjadi prioritas utama untuk proses koagulasi yang baik. Sabun yang baik untuk kulit aja lebih direkomendasikan memiliki pH di bawah 7, karena kulit kita sendiri mempunyai pH sekitar 3 sampai 4.

Sabun yang bisa untuk pembeku getah karet

Selain proses pembuatan sabun sendiri memerlukan sebuah bahan yang disebut alkali atau natrium hidroksida 100%. Dimana natrium hidroksida merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia NaOH, senyawa ionik yang bila dilarutkan dalam air yang akan terdisosiasi menjadi ion Na+ dan OH- secara sempurna yang disebut basa kuat.

Bahan pendukung yang umum dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya adalah natrium klorida (NaCl), natrium karbonat (Na₂CO₃), natrium fosfat (Na₃PO₄), parfum, dan pewarna.

Bila dikelompokkan sebagian bahan untuk membuat sabun diantaranya:

  • Natrium hidroksida (NaOH) : Basa Kuat
  • Kalium hidroksida (KOH) : Basa Kuat
  • Natrium klorida (NaCl) : Bersifat netral
  • Natrium karbonat (Na₂CO₃) : Basa Lemah
  • Natrium fosfat (Na₃PO₄) : Basa Lemah

Selain bahan-bahan tersebut, ada tambahan lain yakni Surfaktan (surfactant) atau surface active agent. Surfaktan adalah salah satu dari banyak senyawa yang digunakan dalam produk pembersih, Termasuk produk pembersih rumah tangga, seperti deterjen, sabun cuci piring, serta produk perawatan diri.

Berdasarkan sifat hidrofiliknya, Surfaktan memiliki beberapa jenis yang diantaranya:

  • Surfaktan anionik
  • Surfaktan nonionik
  • Surfaktan kationik
  • Surfaktan amfoterik

Dari beberapa Surfaktan (surfactant) atau surface active agent tersebut memiliki cara kerja yang berbeda-beda, seperti alkil amonium klorida yang termasuk surfaktan kationik dengan Larutan amonium klorida (NH₄Cl) dalam air dengan konsentrasi 5%, mempunyai rentang pH antara 4,6 – 6,0. Sehingga larutan amonium klorida bersifat asam lemah.

Larutan garam NH₄Cl ini terhidrolisis sebagian dan bersifat asam (karena dapat menghasilkan ion H₃O⁺), pH-nya asam kurang dari 7.

Kelebihan dan Kekurangan Pembeku Getah Karet Ekonomis dengan Sabun

Pembekuan getah karet dengan sabun pada umumnya tidaklah efektif, namun jika dipergunakan untuk mengurangi dampak bau karet yang menjengkelkan bisa di uji coba sendiri.

Dapat Dicampur Asam Semut atau Asap Cair

Penggunaan dengan zat asam yang lain lebih utama, ini terkait dengan bahan dasar sabun yang relatif menggunakan bahan dari larutan garam yang bersifat basa (untuk proses pembusaan).

Zat antikoagulan

Penggunaan Tanpa penambahan zat asam hanya akan menimbulkan proses emulsi latek, karena latek sebagian besar mengandung air dan minyak. Dilihat dari komposisinya, medium pendispersi lateks merupakan termasuk dalam Emulsi cair yang melibatkan campuran dua zat cair baik zat cair polar dan zat cair non-polar tidak dapat saling melarutkan jika dicampurkan.

Penghilang Bau

Terkait dengan masalah bau getah, penggunaan pada larutan sabun, deterjen, dan pembersih yang beredar di lingkungan kita sudah pasti akan menjawab semuanya. Karena sabun, deterjen, dan pembersih biasanya telah dibekali dengan zat pewangi. Selain itu juga, biasanya telah di beri penambahan antibacterial agent (pembunuh mikroorganisme), dan surfaktan (bahan pembasah, pengemulsi, bahan pembusa, dan pendispersi).

Kesimpulanya, produk pembersih rumah tangga, seperti deterjen, sabun cuci piring, serta produk perawatan diri, memiliki kandungan Surfactant atau antibacterial agent, bisa dibilang produk tersebut dapat dipergunakan untuk pembeku getah karet ekonomis dan membuat getahnya tidak berbau. Semoga Bermanfaat dan Selamat Mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *